Sabtu, 02 November 2013

Beberapa Tempat Wisata di Kerinci yang Wajib anda Kunjungi

1.Danau Gunung Tujuh

A. Selayang Pandang
Danau Gunung Tujuh terletak pada ketinggian 1.950 m dari permukan laut (dpl). Dengan ketinggian tersebut Danau Gunung Tujuh tercatat sebagai danau tertinggi di Asia Tenggara. Danau ini terbentuk karena letusan Gunung Tujuh pada ratusan tahun silam. Bekas letusan tersebut membentuk sebuah kawah yang lama-kelamaan penuh terisi oleh air hujan.
Air Danau Gunung Tujuh menjadi sumber mata air dari Air Terjun Gunung Tujuh, Air Terjun Telun Berasap, dan Sungai Batang Sangir. Air Terjun Gunung Tujuh dan Air Terjun Telun Berasap ini menjadi bagian lain dari wisata andalan yang terdapat Kabupaten Kerinci.
Menurut mitos yang berkembang di masyarakat, Danau Gunung Tujuh merupakan danau sekti (sakti). Mereka meyakini bahwa danau tersebut dijaga dan dihuni oleh dua makhluk halus menyerupai manusia yang dikawal oleh beberapa pasukan (pengikut) setia menyerupai harimau. Kedua makhluk tersebut oleh masyarakat diberi nama “Lbei Sakti” dan “Saleh Sri Menanti”.
B. Keistimewaan
Kondisi alam Danau Gunung Tujuh masih asri dan belum terusik oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Suasana alamnya begitu menyejukkan, panoramanya begitu indah dan alami, dan airnya begitu jernih. Kondisi ini memberikan ketentraman dan ketenangan bagi siapa saja yang mengunjunginya.
Keindahan Danau Gunung Tujuh bertambah lengkap oleh barisan hamparan tujuh gunung yang mengelilinginya. Ketujuh gunung tersebut meliputi Gunung Hulu Tebo (2.525 m dpl), Gunung Hulu Sangir (2.330 m dpl), Gunung Madura Besi (2.418 m dpl), Gunung Lumut (2.350 m dpl), Gunung Selasih (2.230 m dpl), Gunung Jar Panggang (2.469 m dpl) dan Gunung Tujuh (2.735 m dpl).
Di beberapa titik di pinggir danau ini, terdapat pasir yang terbentang menyerupai pantai. Tempat tersebut dapat digunakan oleh para wisatawan untuk berkemah sembari menanti terbitnya sang mentari dari ufuk timur. Pada saat matahari menampakkan wajahnya, para wisatawan dapat menikmati keindahan danau yang menakjubkan.
C. Lokasi
Danau Gunung Tujuh terletak di Desa Pelompek, Kecamatan Gunung tujuh, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, Indonesia

D. Akses
Untuk mencapai lokasi ada 3 tahap perjalanan yang mesti dilalui oleh para wisatawan. Pertama, perjalanan bisa ditempuh melalui tiga alternatif.

 (1) Perjalanan dari Kota Jambi ke Sungai Penuh yang berjarak sekitar 500 km, dapat ditempuh sekitar 10 jam menggunakan angkutan umum, mobil sewaan, atau mobil pribadi.
(2) Perjalanan dari Kota Padang ke Tapan kemudian dilanjutkan ke Sungai Penuh dengan jarak 278 km dapat ditempuh sekitar 7 jam menggunakan angkutan umum, mobil sewaan, atau mobil pribadi.
(3) Perjalanan dari Kota Padang ke Muaralabuh yang dilanjutkan ke Sungai Penuh dengan jarak sekitar 211 km dapat ditempuh sekitar 5-6 jam menggunakan angkutan umum, mobil sewaan, atau mobil pribadi.
Kedua, perjalanan dilanjutkan dari Sungai Penuh ke Kecamatan Kayu Aro atau tepatnya di Desa Pelompek dengan menggunakan angkutan umum. Jarak dari Sungai Penuh ke Pelompek sekitar 50 km dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam.
Ketiga, dari Desa Pelompek ke lokasi Danau Gunung Tujuh, wisatawan hanya perlu berjalan kaki untuk mencapai lokasi dengan dua alternatif rute. (1) Dari pos jaga kawasan Gunung Tujuh ke tepi danau dengan jarak 3 km dimana kondisi medan tidak begitu sulit dan dapat ditempuh dengan waktu sekitar 2,5 jam. (2) Dari belakang wisma tamu Gunung Tujuh ke tepi danau dengan jarak sekitar 2,5 km dimana kondisi medan agak curam dan dapat ditempuh dengan waktu sekitar 3 jam.
E. Harga Tiket
harga tiket untuk ke gunung tujuh hanya Rp5000 rupiah sudah termasuk parkir


F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya
Bagi para wisatawan yang datang dari luar daerah dan ingin berlama-lama, dapat menginap di beberapa homestay di Desa Kersik Tuo yang tidak begitu jauh dari Desa Pelompek (lokasi danau). Sementara untuk urusan makan dan minum, para wisatawan bisa menikmati aneka masakan khas Kerinci, seperti beras payo, gulai ikan semah, dendeng bateko, kacang tojin, lemang, atau minum kopi kerinci dan teh kayu aro yang ada di Kabupaten Kerinci.

2.Gunung Kerinci

A. Selayang Pandang
Gunung Kerinci dengan ketinggian 3.805 m dari permukaan laut (dpl), merupakan gunung  berapi tertinggi di Indonesia.  Gunung tersebut memiliki kawah berbentuk kerucut dengan dinding bagian atas yang  berukuran 600 x 580 meter dan 120 x 100 meter untuk dinding bagian bawah. Kawah  tersebut berisi air yang berwarna hijau kekuning-kuningan.
Gunung Kerinci  berada pada garis 10°45,50‘ Lintang Selatan dan 1010°160‘ Bujur Timur. Yang  membentang di antara dua kabupaten , yaitu Kabupaten Kerinci  dan Kabupaten solok selatan, menurut sejarah nya gunung kerinci masih mempunyai mitos yang mistis, seperti dewa-dewa gitu sebagai penunggu gunung Kerinci.
B. Keistimewaan
Di kawasan  Gunung Kerinci, terdapat beberapa jenis hutan yang tumbuh di sepanjang lerengnya.  Adapun jenis hutan tersebut adalah Hutan Dipterokarp Bukit, Dipterokarp Atas, Hutan  Montane dan Hutan Ericaceous atau Hutan Gunung. Kawasan Hutan Dipterokarp Bukit  berada pada ketinggian 300 – 750 meter dpl dengan spesies utama, seperti Pokok Seraya , Pokok Keruing , Pokok  Meranti  dan Pokok Damar Minyak . KawasanHutan Dipterokarp Atas  berada pada ketinggian  750 – 1,200 meter dpl yang kebanyakan spesiesnya berbentuk sederhana, seperti Pokok  Mempening , Pokok Berangan , Pokok Damar Minyak , dan Pokok Podo . Pada lereng yang agak tinggi terdapat Hutan  Montane yang berada pada ketinggian 1,200 – 1,500 meter dpl atau yang terdapat di Bukit  Fraser  dan Tanah Tinggi Cameron . Di hutan jenis ini banyak  tumbuh pokok-pokok daun Tirus Konifer seperti Pokok Pain, Sprus  dan Gelam Gunung . Di hutan ini juga terdapat bunga Rafflesia,  Periuk Kera dan Pokok Rhododendron. Dengan suhu yang lebih rendah dan tiupan  angin yang lebih kencang membuat pohon yang tumbuh di hutan tersebut dengan rata-rata  ketinggian antara 1,5 meter sampai 18 meter. Terakhir adalah Hutan Ericaceous atau  Hutan Gunung yang berada pada ketinggian di atas 1,500 meter  dpl. Hutan ini memiliki  spesies utama, seperti Pokok Kelat, Pokok Periuk Kera, beraneka jenis belukar, buluh , resam ,paku-pakis  dan lumut .
Setelah  melewati hutan tersebut dan sampai pada puncak gunung yang berada pada ketinggian  3.805 m dpl, para wisatawan dapat menyaksikan pemandangan yang menakjubkan yang  sayang untuk dilewatkan. Para wisatawan dapat  melihat ke segala arah penjuru mata angin untuk melihat panorama pemandangan Gunung  Kerinci dengan hamparan hutan yang luas, perkebunan teh yang menghijau yang  bergabung menjadi satu kesatuan dalam simfoni keindahan alam Gunung Kerinci.
C. Lokasi
Gunung Kerinci  terletak di kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, Indonesia.


D. Tiket
harga tiket untuk mendaki gunung kerinci yaitu Rp 2500 per orang


E.  Akses
Lokasi  dapat ditempuh melalui jalur darat dengan dua alternatif: pertama, perjalanan  dimulai dari Kota Jambi ke Sungai Penuh dengan jarak sekitar 500 km, dengan waktu  tempuh sekitar 10 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil  pribadi.
Kedua,  perjalanan bisa dimulai dari Kota Padang ke Tapan kemudian dilanjutkan ke  Sungai Penuh dengan jarak 278 km. Waktu yang dibutuhkan sekitar 7 jam dengan menggunakan  angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.
F. Akomodasi dan Fasilitas
Belum  ada hotel kelas berbintang di Kabupaten Kerinci sampai saat ini, tetapi para  wisatawan tidak perlu khawatir karena di Kota Sungai Penuh (ibu kota Kabupaten Kerinci),  terdapat banyak hotel kelas menengah seperti hotel kerinci, hotel mahkota, hotel Melati dengan tarif yang cukup murah), dan juga pengunjung bisa tinggal di home stay di sekitar gunung kerinci. Untuk urusan makan  dan minum, rasanya belum pas kalau selama di Kerinci tidak mencoba makan Beras  Payo, Gulai Ikan Semah, Dendeng Betokok, Kacang Tojin, Lemang dan Jeruk  Pelompek, atau minum Kopi Kerinci dan Teh Kayu Aro.










3. Air Terjun Telun Berasap

A. Selayang Pandang
Air Terjun Telun Berasap merupakan obyek wisata alam yang ada di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Air terjun tersebut bersumber dari  sungai yang berhulu di Danau Gunung Tujuh yang mengalir melewati tebing terjal dengan  ketinggian sekitar 50 m. Orang Jambi menyebutnya Air Terjun Telun Berasap  karena besarnya debit air yang turun sehingga menimbulkan “kabut air”  di sekelilingnya.
Di balik Air Terjun Telun Berasap, terdapat sebuah  goa. Masyarakat setempat tidak berani memasuki goa tersebut karena medannya begitu  sulit dilalui. Air terjun yang sangat deras dengan karang yang terjal, menyebabkan gua tersebut tidak pernah dikunjungi oleh masyarakat maupun para wisatawan yang  berkunjung ke objek wisata Air Terjun Telun Berasap.

B. Keistimewaan

Air terjun Telun Barasap menyuguhkan pemandangan yang  indah, dengan debit air yang deras sehingga membentuk percikan air yang lembut mirip seperti asap putih atau dikenal juga dengan kabut air. Butiran-
butiran uap air yang terbentuk dari kabut air tersebut berwarna indah tatkala disinari cahaya mentari dengan memantulkan kemilau cahaya yang berwarna-warni.

C. Lokasi 
Air terjun ini terletak di Kecamatan Gunung tujuh, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, Indonesia.


D. Akses 
Lokasi dapat ditempuh melalui jalur darat dengan  tiga alternatif. Pertama, perjalanan dimulai dari Kota Jambi ke Sungai  Penuh dengan jarak sekitar 500 km, sementara waktu tempuhnya selama sekitar 10 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.
Kedua, perjalanan bisa dimulai dari Kota Padang ke Tapan kemudian dilanjutkan ke Sungai Penuh dengan jarak 278 km. Waktu perjalanan ditempuh  selama sekitar 7 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil  pribadi.
Ketiga, perjalanan dimulai dari Padang  ke Muaralabuh, kemudian perjalanan dilanjutkan ke Kersik Tuo. Jarak dari kota Padang ke lokasi sekitar 211 km dan dapat dicapai dalam waktu sekitar 5-6 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.
E. Tiket
harga tiket berpariasi antara Rp5000-Rp10000


F. Akomodasi
Belum  ada hotel kelas berbintang di Kabupaten Kerinci sampai saat ini, tetapi para  wisatawan tidak perlu khawatir karena di Kota Sungai Penuh (ibu kota Kabupaten Kerinci),  terdapat banyak hotel kelas menengah seperti hotel kerinci, hotel mahkota, hotel Melati dengan tarif yang cukup murah), dan juga pengunjung bisa tinggal di home stay di sekitar gunung kerinci. Untuk urusan makan  dan minum, rasanya belum pas kalau selama di Kerinci tidak mencoba makan Beras  Payo, Gulai Ikan Semah, Dendeng Beteko, Kacang Tojin, Lemang dan Jeruk  Pelompek, atau minum Kopi Kerinci dan Teh Kayu Aro.

4. Masjid Agung Pondok Tinggi




A. Selayang Pandang
Masjid Agung Pondok Tinggi terdapat di Kota Sungai Penuh (ibu kota Kabupaten Kerinci). Masjid ini dibangun pada tahun 1874 dengan dinding yang terbuat dari anyaman bambu. Pada tahun 1890, oleh masyarakat setempat, dinding yang terbuat dari anyaman bambu tersebut diganti dengan kayu yang diukir dengan indah.
Pembangunan Masjid Agung Pondok Tinggi ditetapkan melalui musyawarah secara bersama warga Dusun Pondok Tinggi. Dari hasil musyawarah tersebut, terbentuklah panitia pembangunan masjid yang bertugas mengkoordinir pembangunan yang terdiri dari empat orang, mereka adalah Bapak Rukun (Rio Mandaro), Bapak Hasip (Rio Pati), Bapak Timah, dan Haji Rajo Saleh (Rio Tumenggung). Sementara untuk arsitektur bangunan dipercayakan kepada M. Tiru seorang warga Dusun Pondok Tinggi. Di samping itu, juga ditunjuk 12 orang tukang bangunan yang membantu mengukur, memotong, dan memilah berbagai komponen bangunan. Sementara itu, masyarakat setempat turut serta membantu pembangunan secara bergotong royong, terutama dalam menyediakan bahan-bahan untuk keperluan pembangunan. Pembangunan Masjid Agung Pondok Tinggi baru selesai secara permanen pada tahun 1902.
B. Keistimewaan
Keunikan masjid ini terletak pada arsitektur bangunannya. Arsitekur Masjid Agung Pondok Tinggi dibangun mengikuti model arsitektur masjid di Nusantara masa lampau dengan ciri atap berbentuk tumpang berlapis tiga. Bagi masyarakat setempat, tiga tingkat atap tersebut berkaitan dengan 3 filosofi hidup yang mereka jalankan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu bapucak satu (berpucuk satu), berempe Jurai (berjurai empat), dan batingkat tigae (bertingkat tiga). Berpucuk satu melambangkan bahwa masyarakat setempat mempunyai satu kepala adat dan beriman kepada Tuhan Yang Esa (satu); berjurai empat, lambang dari 4 jurai yang terdapat di Pondok Tinggi tempat masjid dibangun; dan batingkat tiga ialah simbolisasi dari keteguhan masyarakat dalam menjaga 3 pusaka yang telah diwariskan secara turun-temurun, yaitu pusaka tegenai, pusaka ninik mamak, dan pusaka depati.
Keistimewaan lainnya adalah masjid ini ditopang oleh 36 tiang penyangga. Ke 36 tiang tersebut dibagi menjadi 3 kelompok tiang, yaitu tiang panjang sembilan (tiang tuo), tiang panjang limau (panjang lima), dan tiang panjang duea (tiang panjang dua). Tiang-tiang tersebut ditata sesuai dengan ukuran, komposisi, dan letaknya masing-masing. Tiang panjang sembilan (tiang tuo) sebanyak empat buah tertata membentuk segi empat yang terletak di ruangan bagian dalam. Untuk tiang panjang limau (panjang lima) sebanyak 8 buah tertata membentuk segi empat dan tiang-tiang ini terletak di ruangan bagian tengah. Sementara itu, tiang panjang duea (panjang dua) sebanyak 24 buah tertata membentuk segi empat dan terletak di ruangan bagian luar.
Selain itu, goresan ukiran yang terpahat dengan indah, teratur, dan rapi pada dinding-dinding masjid menambah nilai artistik. Ukiran yang terpahat pada dinding masjid kaya dengan aneka motif khas berbagai bangsa, seperti Persia, Romawi, Mesir, dan Indonesia.
C. Lokasi
Masjid ini terletak di Dusun Pondok Tinggi, kota sungai penuh, Provinsi Jambi, Indonesia.


D. Akses
Lokasi dapat ditempuh melalui tiga alternatif jalur darat. Pertama, perjalanan dari Kota Jambi ke Kota Sungai Penuh yang berjarak sekitar 500 km, dengan waktu tempuh sekitar 10 jam. Kedua, perjalanan dari Kota Padang ke Tapan kemudian dilanjutkan ke Sungai Penuh yang berjarak sekitar 278 km dengan waktu tempuh sekitar 7 jam. Ketiga, perjalanan dari Kota Padang ke Muaralabuh, lalu dilanjutkan ke Sungai Penuh. Jarak dari Kota Padang ke lokasi objek wisata sekitar 211 km dengan waktu tempuh sekitar 5-6 jam. Ketiga alternatif tersebut dapat ditempuh dengan menggunakan angkutan umum, mobil sewaan, atau mobil pribadi.

E. Harga Tiket
Untuk masuk Masjid Agung Pondok Tinggi, para wisatawan tidak dipungut biaya.


F. Akomodasi dan Fasilitas lainnya
Belum  ada hotel kelas berbintang di Kabupaten Kerinci sampai saat ini, tetapi para  wisatawan tidak perlu khawatir karena di Kota Sungai Penuh (ibu kota Kabupaten Kerinci),  terdapat banyak hotel kelas menengah seperti hotel kerinci, hotel mahkota, hotel Melati dengan tarif yang cukup murah), dan juga pengunjung bisa tinggal di home stay di sekitar gunung kerinci. Untuk urusan makan  dan minum, rasanya belum pas kalau selama di Kerinci tidak mencoba makan Beras  Payo, Gulai Ikan Semah, Dendeng Beteko, Kacang Tojin, Lemang dan Jeruk  Pelompek, atau minum Kopi Kerinci dan Teh Kayu Aro.

4. Danau Kerinci


A. Selayang Pandang
Danau yang terletak di kaki Gunung Raya ini merupakan danau terbesar yang ada di Kabupaten Kerinci. Luas danau ini kurang lebih 5000 m persegi dengan ketinggian 783 meter di atas permukaan laut.

B. Keistimewaan 
Pemandangan di sekitar danau begitu menawan. Mata tak akan bosan melihat hamparan air yang jernih dilatarbelakangi barisan  pegunungan yang anggun. Di tengah danau terlihat perahu-perahu nelayan sedang mengarungi permukaan airnya yang tenang, tempat bersemayam sejumlah jenis ikan yang  banyak ditangkap oleh mayarakat setempat.
Di desa-desa sekitar danau, terdapat sejumlah batu berukir yang konon peninggalan manusia megalit yang hidup ribuan tahun silam. Keberadaan batu ukir ini menunjukkan bahwa kawasan di sekitar Danau Kerinci merupakan daerah  yang pernah dihuni manusia purba.
Di Danau Kerinci setiap tahun diadakan Festival Danau Kerinci yang menampilkan  berbagai macam atraksi kesenian masyarakat Jambi. Tujuan dari festival ini  adalah untuk memberikan suguhan terhadap para wisatawan yang datang berkunjung.
C. Lokasi
Danau Kerinci terletak di Kecamatan Danau Kerinci dan Kecamatan Keliling Danau Kabupaten  Kerinci, ProvinsiJambi, Indonesia


D. Akses
Untuk mencapai lokasi dapat ditempuh melalui jalur  darat dengan beberapa alternatif: alternatif pertama: perjalanan dimulai dari kota Jambi ke Sungai Penuh. Jarak antara Jambi dengan Sungai Penuh sekitar 500 km dengan waktu tempuh selama  10 jam. Perjalanan bisa dilakukan dengan kendaraan darat berupa angkutan umum,  mobil sewaan atau mobil pribadi.
Alternatif yang kedua: perjalanan bisa dimulai  dari kota Padang  ke Tapan kemudian dilanjutkan ke Sungai Penuh dengan jarak 278 km. Perjalanan ditempuh selama sekitar 7 jam. Perjalanan bisa dilakukan dengan angkutan umum,  mobil sewaan atau mobil pribadi.
Alternatif ketiga: perjalanan dimulai dari Padang ke Muaralabuh, kemudian perjalanan dilanjutkan ke Kersik Tuo. Jarak dari kota Padang ke  lokasi sekitar 211 km dengan lama perjalanan kira-kira 5-6 jam. Perjalanan bisa  dilakukan dengan kendaraan darat berupa angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.
E. Tiket
Tarif masuk ke objek wisata sebesar Rp 3000 bagi orang dewasa dan Rp 2000 bagi anak-anak.


F. Akomodasi dan Fasilitas
Belum  ada hotel kelas berbintang di Kabupaten Kerinci sampai saat ini, tetapi para  wisatawan tidak perlu khawatir karena di Kota Sungai Penuh (ibu kota Kabupaten Kerinci),  terdapat banyak hotel kelas menengah seperti hotel kerinci, hotel mahkota, hotel Melati dengan tarif yang cukup murah), dan juga pengunjung bisa tinggal di home stay di sekitar gunung kerinci. Untuk urusan makan  dan minum, rasanya belum pas kalau selama di Kerinci tidak mencoba makan Beras  Payo, Gulai Ikan Semah, Dendeng Beteko, Kacang Tojin, Lemang dan Jeruk  Pelompek, atau minum Kopi Kerinci dan Teh Kayu Aro.



5. Taman Nasional Kerinci Seblat


A. Selayang Pandang
Pembentukan  Taman Nasional Kerinci Seblat merupakan hasil dari penyatuan beberapa kawasan  cagar alam Kerinci seperti: Cagar Alam Inderapura dan Bukit Tapan, Suaka  Margasatwa Rawasa Huku Lakitan-Bukit Kayu embun dan Gedang Seblat. Di dalam  cagar alam tersebut terdapat kawasan hutan lindung dan hutan produksi. Kawasan hutan  berfungsi menghasilkan air guna memenuhi kebutuhan air bagi masyarakat yang  hidup disepanjang bantaran sungai seperti sungai Batanghari dan sungai Musi. Mengingat  peran yang sangat vital dari hutan tersebut, maka pada tanggal 4 Oktober 1982 bertepatan  dengan Kongres Taman Nasional Sedunia yang diadakan di Bali, pemerintah menjadikan  kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat sebagai kawasan hutan lindung.
Secara  geografis Taman Nasional Kerinci Seblat berada pada garis 100°31‘18″ -  102°44‘ lintang timur dan 17‘13″-326‘14″ Lintang Selatan. Taman  Nasional Kerinci Seblat memiliki luas 1.368.000 Ha, dengan perincian: seluas  353.780 Ha (25,86%) berada di wilayah Provinsi Sumatera Barat, 422.190 Ha  (30,86%) berada di wilayah Provinsi Jambi, 310.910 Ha (22,73%) terletak di  Propinsi Bengkulu; dan seluas 281.120 Ha (20,55%) terletak di Propinsi Sumatera  Selatan. Wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat masuk dalam wilayah 9 Kabupaten,  43 Kecamatan dan 134 Desa di empat provinsi tersebut. Sebagian besar kawasan  taman nasional ini merupakan rangkaian pegunungan Bukit Barisan Selatan di  Pulau Sumatera bagian tengah.
Topografi  Taman Nasional Kerinci Seblat yang berada pada ketinggian antara 200 sampai  dengan 3.805 meter dpl ini bergelombang, berlereng curam dan tajam. Sedangkan topografi  taman yang relatif datar, terdapat pada ketinggian 800 meter dpl atau terdapat di  daerah enclave yang berada di Kabupaten Kerinci.
B. Keistimewaan
Di  dalam Taman Nasional Kerinci Seblat terdapat beberapa tipe ekosistem hutan.  Mulai dari tipe ekosistem hutan dataran rendah, sampai ekosistem sub alpin dan  beberapa ekosistem khas seperti rawa gambut, rawa air tawar dan danau. Taman  Nasional Kerinci Seblat juga memiliki hutan primer dengan beberapa tipe  vegetasi. Tipe vegetasi utama didominasi formasi seperti: Vegetasi dataran rendah  yang berada di atas 200 sampai 600m dari permukaan laut (dpl); hutan dengan  Vegetasi pegunungan/bukit yang berada pada ketinggian 600 sampai 1.500m dpl;  hutan Vegetasi montana yang berada pada ketinggian 1.500 sampai 2.500 m  dpl; hutan Vegetasi belukar gleichenia/paku-pakuan yang tumbuh pada  ketinggian 2.500 sampai 2.800m dpl dan terakhir hutan Vegetasi sub alpine yang  tumbuh pada ketingian 2.300 sampai   3.200m dpl.
Di  kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat secara umum tumbuh sekitar 4.000 jenis  flora dari 63 famili. Jenis flora tersebut banyak terdapat di kawasan hutan yang  didominasi oleh famili Dipterocarpaceae, Leguminosae, Lauraceae,  Myrtaceae, Bommacaceae, Moraceae, Anacardiaceae, Myristicaceae, Euphorbiaceae  dan Meliaceae. Sedangkan pada ketinggian 500m sampai 2000m dpl, jenis flora  yang tumbuh di hutan ini banyak didominasi oleh famili Fagaceae, Erycaceae dan semak-semak sub alpin dari jenis Vaccinium dan Rhododendron.
Di Taman  Nasional Kerinci Seblat juga terdapat jenis vegetasi yang menjadi ciri khasnya,  di antaranya adalah: Histiopteris insica (tumbuhan berpembuluh  tertinggi) yang dapat dijumpai di dinding kawah Gunung Kerinci, berbagai jenis Nepenthes  sp, Pinus mercusii strain Kerinci, Kayu Pacat (Harpullia arborea),  Bunga Raflesia (Rafflesia arnoldi), Agathis sp. Pada tahun 1993, Biological  Science Club (BScC) melakukan penelitian di daerah buffer zone dan mereka  menemukan 115 jenis vegetasi ethnobotanical. Jenis vegetasi ini bisa  digunakan untuk keperluan obat-obatan, kosmetik, makanan, anti nyamuk dan  keperluan rumah tangga, seperti sering digunakan oleh masyarakat setempat.
Sedangkan  jenis fauna yang tedapat dalam Taman Nasional Kerinci Seblat tercatat 42 jenis  mamalia, 10 jenis reptil, 6 jenis ampibia, 306 jenis burung dari 49 famili dan  8 jenis burung endemik. Beberapa jenis mamalia yang bisa dijumpai di antaranya:  Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis), Gajah Sumatera (Elephas  maximus sumatrensis), Macan Dahan (Neopholis nebulosa), Harimau  Loreng Sumatera (Panthera tigris sumatrensis), Kucing Emas (Felis  termminnckii), Tapir (Tapirus indica), Kambing Hutan (Capricornis  sumatrensis). Jenis amphibia antara lain: Katak Bertanduk (Mesophyrs  nasuta); jenis primata: Siamang (Sympalagus syndactylus) Ungko (Hylobates  agilis), Wau-wau Hitam (Hylobates lar), Simpai (Presbytis  melalobates), Beruk (Macaca nemestrina) dan Kera Ekor Panjang (Macaca  fascicularis) dan jenis burung endemik seperti: Burung Tiung Sumatera (Cochoa  becari), Burung Puyuh Gonggong (Arborophila rubirostris), Burung Celepuk  (Otus stresemanni) dan Burung Abang Pipi (Laphora inornata).
C. Lokasi 
Taman  Nasional Kerinci Seblat membentang di 9 Kabupaten, 43 Kecamatan dan 134 Desa  yang tersebar dalam 4 wilayah provinsi yaitu Jambi, Sumatera Barat, Bengkulu  dan Sumatera Selatan.


D. Harga Tiket
Dalam  proses konfirmasi


E. Akses

Untuk  mencapai lokasi dapat ditempuh melalui jalur darat dengan beberapa alternatif:  alternatif pertama, dengan lokasi taman berada di daerah Provinsi Jambi:  perjalanan dimulai dari kota Jambi ke Sungai Penuh dengan jarak sekitar 500 km,  dengan waktu tempuh sekitar 10 jam dengan menggunakan angkutan umum, mobil  sewaan atau mobil pribadi.
Alternatif  yang kedua dengan lokasi taman berada di daerah Provinsi Sumatera Barat: perjalanan  bisa dimulai dari kota Padang ke Tapan, kemudian dilanjutkan ke Sungai Penuh  dengan jarak 278 km, dengan lama perjalanan sekitar 7 jam dengan menggunakan  angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.
Alternatif  ketiga dengan lokasi taman berada di daerah Provinsi Sumatera Barat: perjalanan  dimulai dari Padang  ke Muaralabuh, kemudian perjalanan dilanjutkan ke Kersik Tuo. Jarak dari kota Padang  ke lokasi sekitar 211 km dan dapat dicapai dalam waktu sekitar 5-6 jam dengan  menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.
Alternatif Keempat  dengan lokasi taman berada di daerah Provinsi Bengkulu: perjalanan dimulai dari  Bengkul          u ke Muara Aman, dengan waktu tempuh sekitar 4 jam dengan menggunakan  angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.
Alternatif kelima dengan  lokasi taman berada di daerah Provinsi Bengkulu: perjalanan dimulai dari Bengkulu  ke Argamakmur dengan waktu tempuh sekitar 2 jam dengan menggunakan angkutan  umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.
Alternatif keenam dengan  lokasi taman berada di daerah Provinsi Sumatera Selatan: perjalanan dimulai  dari Bengkulu ke Lubuk Linggau, dengan waktu tempuh sekitar 3 jam dengan  menggunakan angkutan umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.
Alternatif Ketujuh  dengan lokasi taman berada di daerah Provinsi Sumatera Selatan: perjalanan  dimulai dari Palembang  ke Lubuk Linggau, dengan waktu tempuh sekitar 6 jam dengan menggunakan angkutan  umum, mobil sewaan atau mobil pribadi.
Alternatif  kedelapan dengan lokasi taman berada di daerah Provinsi Sumatera Selatan: perjalana  dimulai dari Lubuk Linggau ke Muara Rupit, kemudian ke Surulangun dan ke Napal  Licin, dengan waktu tempuh selama sekitar 4 jam dengan menggunakan angkutan  umum, mobil sewaan atau mobil pribadi
Alternatif  Kesembilan melalui jalur air dengan lokasi taman berada di daerah Provinsi  Sumatera Selatan: Dari Muara Rupit ke Napal Licin membutuhkan waktu perjalanan  selama sekitar 2 jam dengan menggunakan speed boad.
Ongkos menuju lokasi  melalui masing-masing rute tersebut masih dalam proses pengumpulan data.
F. Akomodasi  dan Fasilitas
Di kota Sungai Penuh (ibukota  Kabupaten Kerinci), banyak hotel yang bisa ditempati oleh para wisatawan untuk  menginap. Harga untuk satu kamar relatif murah dengan tarif mulai dari Rp. 50.000,00  sampai Rp.100.000,00 per malam per kamar (Februari 2008). Untuk urusan makan  minum, rasanya belum pas kalau selama di Kerinci tidak mencoba makan Beras  Payo, Gulai Ikan Semah, Dendeng Beteko, Kacang Tojin, Lemang dan Jeruk  Pelompek, atau minum Kopi Kerinci dan Teh Kayu Aro.


Wisata Daerah Kerinci Lainya:
Danau Lingkat


Danau yang masih alami ini terletak dipinggir hutan TNKS yang berdekatan dengan Desa Lempur Mudik. Luasnya lebih kurang 12 ha pada ketinggiam 1.100 m dpl. Untuk mencapai objek wisata ini dapat menggunakan bus umum. Hal yang menarik pada objek wisata ini, yakni masih dapat didengar suara binatang seperti siamang dan yang lainnya ketika matahari mulai bersinar. Menjelajahi danau dengan rakit dan melihat batu yang unuk berwarna warni didasar danau yang dapat dilihat dari dari permukaan air.

Air terjun Tujuh Tingkat

Bagi wisatawan yang senang dengan kegiatan cross countryatau wisata alam objek wisata ini merupakan tempat yang cocok untuk kegiatan itu. Untuk mencapai objek ini wisatawan harus melewati hutan produksi kayu manis dan hutan lindung. Tingkat pertama tingginya sekitar 6 meter yang merupakan air sungai yang jatuh pada tebing terjal.
Air terjun Pancaro Rayo dan Pancuran Gading


Daya tarik air terjun berketinggian lebih kurang 150 meter ini berupa hujan embun yang tercipta akibat ketinggiannya serta kolam pemandian alam yang unik dan menarik. Kondisi hutan diekelilingnya relatif alami dan merupakan habitat tumbuhan rotan yang dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan meubel dan kerajinan lain. Desa lempur Danau dan Desa Pulau Tengah merupakan dua desa yang berdekatan dengan objek wisata ini.

Sumber air panas Semurup
Objek ini terletak di desa Air Panas kecamatan Air Hangat sekitar 11 km dari kota Sungai Penuh. Air panas yang keluar dari perut bumi merupakan hasil kegiatan vulkanik, dengan luas permukaan lebih kurang 15 km2 membentuk sebuah kolam kecilyang selalu mengepulkan uap.
Pengunjung dapat merebus telur dan pisang serta berendam guna penyembuhan penyakit kulit.

Danau Kaco

Kerinci, wilayah kabupaten paling barat di Provinsi Jambi ini dianugerahi dengan keindahan alam yang tiada duanya. Tidak salah jika Kabupaten Kerinci diberi gelar Bumi Segepal Tanah Surga yang Tercampak ke Bumi.

Satu di antara keindahan alam yang dimiliki Kabupaten Kerinci adalah Danau Kaco, yang terletak dalam Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Danau yang memiliki luas sekitar 30 x 30 meter ini memiliki kedalaman yang masih menjadi misteri. 




https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyXihv-iP6eM5N_3U7z4TwQIT_mYfoUPJR8Y2K6KmldJ3Ldn89-U5kQIg4bJLp9mIQpge82w9YXtjgKsvgbfh0INZx1KzAHyZHek6sOcOiAmlWm2hwGyywEXZSe1kZISKBJQwx-vHSs6td/s320/image-upload-57-781853.jpe

Meskipun memiliki kedalaman air yang tidak terukur, namun dasar Danau Kaco bisa terlihat secara jelas. Ini karena warna air yang bening dan jernih serta tempat ribuan ikan semah berkembang biak.
   
Menurut cerita warga setempat dan beberapa orang anggota pencinta alam yang pernah berkunjung ke danau tersebut, ikan yang ada di dalam danau hanya bisa ditangkap dengan menggunakan pancing.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5P73m_C99oqGEN17MwF6fa9guOgeSSScAb7WaMafPFGCNgPRJEwsLBRR4Xck3YTBNsybMvxTxSrH4fpRIM_LZS40aoKCrD4CvclfsG3T7kA8knsrV-JRaBW0ITr5LwY7wDN-pCKnvefs/s1600/danau+kaca2.jpg
   
Jika hanya menggunakan peralatan lain, jangan harap bisa mendapatkan ikan. Pernah ada warga setempat yang memasang jaring untuk menangkap ikan semah di dalam danau, namun tak satu pun ikan didapat.
   
Menariknya lagi, bagi pemancing yang ingin memancing di Danau Kaco, mereka harus memiliki niat yang baik. Jika tidak, maka orang itu tidak akan mendapat ikan. Selain itu, jumlah tangkapan juga tergantung pada niat pemancing.


http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/07/08/1416515p.JPG
    
"Jika pemancing niatnya mau ikan lima ekor, maka ikan yang didapatkan saat memancing hanya lima ekor saja. Kalaupun dapat ikan lebih banyak, maka ikan yang didapat bukan ikan semah, namun ikan lele yang sebenarnya tidak pernah terlihat dari permukaan danau," ujar Sofa, pencinta alam yang sudah beberapa kali mengunjungi danau tersebut.
   
Selain itu, Danau Kaco juga mengeluarkan cahaya yang terang, terutama pada saat bulan purnama. "Jika berkemah di Danau Kaco, apalagi saat bulan purnama, maka pengunjung tidak membutuhkan penerangan karena air danau mengeluarkan cahaya yang cukup terang. Jika dilihat dari kejauhan, cahayanya terlihat seperti lampu yang diarahkan ke langit," katanya.


Cerita Rakyat   

Menurut kepercayaan warga setempat, cahaya yang dikeluarkan dari dasar Danau Kaco merupakan cahaya intan yang tersimpan di dasar air. Intan tersebut dulunya disimpan oleh Raja Gagak, yang berkuasa saat itu.
   
"Menurut cerita sesepuh desa, intan yang disimpan Raja Gagak di dasar Danau Kaco adalah intan dan emas titipan yang merupakan ikatan janji pangeran-pangeran yang ingin melamar putri Raja Gagak yang bernama Putri Napal Melintang. Semua lamaran anak raja yang ada di Kerinci diterima Raja Gagak, akhirnya ia kebingungan menerima yang mana," jelas warga Kecamatan Gunung Raya, Jon Hendri.
   
Putri Napal Melintang sendiri, kata Jon Hendri, dikenal memiliki wajah yang sangat cantik sehingga ia disukai oleh pemuda yang ada pada zaman itu. Bahkan, karena kecantikannya ia juga dicintai ayahnya sendiri.


http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/small/21705305.jpg
   
"Raja Gagak membawa lari putrinya beserta perhiasan emas dan intan yang dititipkan oleh para pangeran sebagai tanda janji, dan menyimpan emas dan intan tersebut di dasar danau," tambah Jon.
   
Sampai saat ini, kata Jon Hendri, warga Kecamatan Gunung Raya, masih mempercayai intan tersebut masih tersimpan di dasar danau. Beberapa tahun lalu, sempat ada warga yang ingin mencoba mengeringkan air Danau Kaco, namun nasib naas dialami warga itu. Ia meninggal karena sakit yang tak kunjung sembuh.
   
"Percobaan pengambilan intan di dasar Danau Kaco ini telah menbuat pria bernama Lisyuar Yusuf, warga Koto Payang, meninggal dunia. Sejak itu tidak ada lagi warga yang berani mengganggu intan yang ada di dasar danau," sebut Jon Hendri.


Jalan kaki 4 jam   

Untuk bisa sampai ke Danau Kaco, pengunjung harus berjalan kaki selama empat jam dari Desa Lempur, Kecamatan Gunung Raya, melintasi kawasan TNKS. Selama di perjalanan, pengunjung akan disuguhi pemandangan alam yang masih sangat asri karena dilindungi oleh warga setempat.
  
Namun, bagi yang membawa kendaraan pribadi, mereka bisa menghemat waktu satu jam. Kendaraan hanya bisa masuk sampai ke Benteng Depati Parbo, pahlawan Kerinci yang namanya sangat terkenal. Selanjutnya perjalanan bisa dengan berjalan kaki.   

"Sebelum memasuki kawasan Danau Kaco, jangan lupa meminta izin terlebih dahulu pada orang adat setempat. Menurut pengakuan orang adat, kawasan Danau Kaco merupakan wilayah mereka," tambah seorang anggota pencinta alam kepada Tribun.


Arti Lambang Kabupaten kerinci

Arti Logo


1.      Dasar Biru, menunjukkan daerah Kerinci yang terletak diatas pegunungan 
2.      Latar Belakang sket Gunung Kerinci, menunjukkan keagungan Sejarah dan Kebudayaan 
3.      Mesjid, melambangkan ketaqwaan masyarakat Kerinci terhadap Tuhan Yang Maha Esa 
4.      Jenjang Tingkat Lima, menunjukkan jiwa Pancasila 
5.      Gong, menunjukkan persatuan dan kesatuan serta ketinggian seni budaya 
6.      Keris, melambangkan kepahlawanan rakyat Kerinci dan keadilan penguasanya. 
7.      Padi   : a.     Sepuluh butir sebelah kiri menunjukkan tanggal 10 
    b.     Sebelas butir sebelah kanan menunjukkan bulan 11 atau November 
8.      Daun Teh :a.     Lima helai sebelah kiri; 
      b.     Delapan helai sebelah kanan;
      Keduanya menunjukkan angka 58 (dari kedua hasil pertanian dan perkebunan     tersebut padi dan the tercermin waktu kelahiran daerah Kabupaten Kerinci, yaitu     tanggal 10 November 1958
9.      Empat Buah Kunci, melambangkan penguasa adat di Kerinci yang disebut orang empat jenis, yaitu Depati Ninik Mamak, Orang tua Cerdik Pandai, Alim Ulama dan Hulubalang.
Pada Pita tertulis, SAKTI ALAM KERINCI, sebagai motto daerah

Jumat, 01 November 2013

My Profil

Dhery Al-krienciehie (Deri Zalmi) lahir Di Desa Mukai Pintu, Siulak Mukai, Kerinci pada tanggal 20 Desember 1995, alamat di desa mukai pintu,
        Dulu pernah bersekolah di SD Desa Sungai kuning, setelah kelas 3 pindah sekolah ke SD 131/III Mukai Pintu, tamat tahun 2007 lansung melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Gunung Kerinci yang sekarang bernama SMP 5 kerinci, setelah menyelesaikan Pendidikan di SMP selama 3 tahun saya melanjutkan Sekolah di SMK Negeri 2 kerinci, yang pada saat itu saya  merupakan Angkatan yang ke 2.
       Sekarang saya sedang melanjutkan study saya di perguruan tinggi, yaitu Universitas Bung Hatta, mengambil program S1 Teknik Sipil, di fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan.

informasi kontak
Hp      : 085265643447
             085609708979
Fb      :  Dhery Al-krienciehie
Email  :  zalmi_deri@yahoo.com
Twitter : @Dhery_005


tentang Kabupaten Kerinci


A. Pemerintahan.
Satu kelompok masyarakat di dalam satu kesatuan dusun dipimpin oleh kepala dusun, yang juga berfungsi sebagai Kepala Adat atau Tetua Adat. Adat istiadat masyarakat dusun dibina oleh para pemimpin yang jabatannya yaitu Depati dan Ninik Mamak. Dibawah Depati ada Permenti (Rio, Datuk dan Pemangku) merupakan gelar adat yang mempunyai kekuatan dalam segala masalah kehidupan masyarakat adat.Wilayah Depati Ninik Mamak disebut “ajun arah”.  Struktur pemerintahan Kedepatian :
1.      Depati Empat Pemangku Lima Delapan Helai Kain Alam Kerinci, berpusat di Rawang;
2.      Depati Empat Tiga Helai Kain, berpusat di Pulau Sangkar;
3.      Pegawe Rajo Pegawe Jenang Suluh Bindang Alam Kerinci, berpusat di Sungai Penuh;
4.      Siliring Panjang atau Kelambu Rajo, berpusat di Lolo;
5.      Tigo Luhah Tanah Sekudung, Siulak;
6.      Lekuk Limo Puluh Tumbi, bepusat di Lempur;
Kekuatan Depati menurut adat dikisahkan memenggal putus, memakan habis, membunuh mati. Depati mempunyai hak yang tertinggi untuk memutuskan suatu perkara. Dalam dusun ada 4 pilar yang disebut golongan 4 jenis, yaitu golongan adat, ulama, cendekiawan dan pemuda. Keempat pilar ini merupakan pemimpin formal sebelum belanda masuk Kerinci 1903. Sesudah tahun 1903, golongan 4 jenis berubah menjadi informal leader. Pemerintahan dusun (pemerintahan Depati) tidak bersifat otokrasi. Segala maslah dusun, anak kemenakan selalu diselesaikan dengan musyawarah mufakat.

Ninik Mamak mempunyai kekuatan menyelesaikan masalah di dalam kalbunya masing-masing. Dusun terdiri dari beberapa luhah. Luhah terdiri dari beberapa perut dan perut terdiri dari beberapa pintu, didalam pintu ada lagi sikat-sikat. Bentuk pemerintahan Kerinci sebelum kedatangan Belanda dengan system demokrasi asli, merupakan system otonomi murni. Eksekutif adalah Depati dan Ninik Mamak. Legislatif adalah Orang tuo Cerdik Pandai sebagai penasihat pemerintahan. Depati juga mempunyai kekuasaan menghukum dan mendenda diatur dengan adat yang berlaku dengan demikian dwi fungsi Depati ini adalah sebagai Yudikatif dusun. Ini pun berlaku sampai sekarang untuk pemerintah desa, juga pada Zaman penjajahan Belanda dan Jepang dipergunakan untuk kepentingan memperkuat penjajahannya di Kerinci.

B. Hubungan Kekerabatan
Masyarakat Kerinci menarik garis keturunan secara matrilineal, artinya seorang yang dilahirkan menurut garis ibu menurut suku ibu. Suami harus tunduk dan taat pada tenganai rumah, yaitu saudara laki-laki dari istrinya. Dalam masyarakat Kerinci perkawinan dilaksanakan menurut adat istiadat yang disesuaikan dengan ajaran agama Islam.
Hubungan kekerabatan di Kerinci mempunyai rasa kekeluargaan yang mendalam. Rasa social, tolong-menolong, kegotongroyongan tetap tertanam dalam jiwa masyarakat Kerinci. Antara satu keluarga dengan keluarga lainnya ada rasa kebersamaan dan keakraban. Ini ditandai dengan adanya panggilan-panggilan pasa saudara-saudara dengan nama panggilan yang khas. Karenanya keluarga atau antar keluarga sangat peka terhadap lingkungan atau keluarga lain. Antara orang tua dengan anak, saudara-saudara perempuan seibu, begitupun saudara-saudara laki-laki merupakan hubungan yang potensial dalam menggerakkan suatu kegiatan tertentu.

C. Hubungan Kemasyarakatan
Struktur kesatuan masyarakat Kerinci dari besar sampai yang kecil, yaitu kemendapoan, dusun, kalbu, perut, pintu dan sikat. Dalam musyawarah adat mempunyai tingkatan musyawarah adat, pertimbangan dan hokum adat, berjenjang naik, bertangga turun, menurut sko yang tiga takah, yaitu sko Tengganai, sko Ninik Mamak dan sko Depati.

Perbedaan kelas dalam masyarakat Kerinci tidak begitu menyolok. Stratifihasi social masyarakat Kerinci hanya berlaku dalam kesatuan dusun atau antara dusun pecahan dusun induk. Kesatuan ulayat negeri atau dusun disebut parit bersudut empat. Segala masalah yang terjadi baik masalah warisan, kriminal, tanah dan sebagainya selalu disesuaikan menurut hukum adat yang berlaku.

D. Hubungan Kerinci Dengan Dunia Luar
Sejak zaman prasejarah Kerinci telah terbuka dan mempunyai hubungan dengan daerah luar, dibuktikan dengan penemuan bejana perungu yang berbentuk seperti periuk langseng dan gepeng. Bentuk dan ukiran bejana tersebut sama dengan yang diketemukan di pulau Madura. Ukiran kedua bejana tersebut sangat indah, hiasan ukiran berupa gambar-gambar geometris dan berpilin mirip huruf “J”.

Persumpahan di Bukit Setinjau Laut Lunang antara Kerinci, Jambi dan Indrapura (Minangkabau) merupakan jalinan persahabatan yang akrab antara tiga kerajaan tersebut. Persumpahan itu membicarakan masalah saling bantu membantu antara satu daerah dengan daerah lain, baik sosial ekonomi maupun bidang pertahanan.

Pesisir Andalas diduduki Belanda pada tahun 1666 M, kemudian pada tanggal 19 Agustus 1781 Pesisir Barat Sumatra diduduki oleh Inggris, kemudian pada 1819 Inggris mengebalikan lagi kepada Belanda. Pada waktu itu penduduk Kerinci telah banyak yang berdagang ke luar daerah seperti Muko-muko, Tapan, Indrapura, Bangko dan Jambi dengan membawa hasil pertanian seperti Kopi, beras dan lain-lain. Banyak pula yang merantau ke Tanah Seberang atau Semenanjaung Malaya dan seterusnya mereka menunaikan ibadah haji dari Malaya.

E. Perang Kerinci Tahun 1901 – 1903
Belanda berupaya mencari jalan ke Kerinci. Mula-mula pada tahun 1900 dari Muko-muko dikirim sepasukan Belanda mengadakan patroli di Bukit Setinjau Laut. Di puncak Gunung Raya Belanda mendirikan sebuah pesangrahan dan memasang satu tanda sebagai peringatan kedatangan mereka. Setelah diketahui adanya Belanda yang akan menyerang Kerinci, maka rakyat Kerinci menjadi gempar dan marah, karena orang Belanda yang datang itu di anggap kafir, Penduduk Kerinci 100% penganut Islam, tentu kedatangan Belanda tidak disukai.

Pertempuran pertama di Renah Manjuto berkecamuk antara hulubalang Kerinci dengan pasukan Belanda di bawah pimpinan Depati Parbo. Korban dipihak Belanda banyak sekali hingga mereka gagal memasuki kerinci. Ketika itu pada tahun 1901 Perang Kerinci melawan penjajahan Belanda dimulai. Pada bulan Oktober 1901, 120 orang pasukan belanda berada di Indrapura bersiap menyerang Kerinci. Pada bulan Maret 1902, 500 orang pasukan Belanda di bawah Komandan Bolmar mendarat di Muaro Sakai, Tuanku Regen sebagai penunjuk jalan masuk Kerinci. Belanda menyerang dari tiga jurusan:
1.      dari Renah Manjuto;
2.      dari Koto Limau Sering;
3.      dari Temiai.
Perang hebat terjadi di tiga tempat tersebut. Setelah koto Limau Sering dikuasai, pasukan Belanda turun memasuki ke lembah Kerinci. Dalam perang di Pulau Tengah yang di pimpin oleh seorang ulama terkenal masa itu yakni Haji Ismail dan wakilnya Haji Husin, telah bergabung pula para hulubalang dari dusun-dusun lainnya di Kerinci. Itulah sebabnya dalam sejarah perang Kerinci, pertempuran didusun ini merupakan pertempuran yang tersengit dan terlama (lebih kurang 3 bulan). Pulau Tengah diserang oleh Belanda sejak tanggal 27 Maret 1902 dari 3 jurusan, yaitu:
1.      dari jurusan Timur; Sanggaran Agung – Jujun;
2.      dari jurusan Utara; Batang Merao – Danau Kerinci;
3.      dari jurusan Barat; Semerap –Lempur Danau.
Serangan terakhir untuk Pulau Tengah dilakukan Belanda pada tanggal 9-10 Agustus 1903 dengan membakar Dusun Baru, perlawanan rakyat dapat mereka selesaikan. Setelah Pulau Tengah jatuh ketangan belanda tanggal 10 Agustus 1903, yang mana pada hakekatnya perang Kerinci telah selesai, namun perlawanan kecil masih terjadi di sana-sini. Terakhir pasukan Belanda menjatuhkan serangan ke Lolo, markas panglima Perang Kerinci Depati Parbo. Pertempuran selama 5 hari di sini, dan akhirnya Belanda dapat membujuk Depati Parbo mengadakan perundingan damai. Dalam perundingan inilah Depati Parbo di tangkap dan di buang ke Ternate, Setelah Kerinci aman pada tahun 1927,atas permohonan kepala-kepala Mendapo di Kerinci kepada Pemerintah Belanda, Depati Parbo dibebaskan dan kembali ke Kerinci.

F.  Kerinci Setelah Perang Depati Parbo

Setelah perang Kerinci selesai, terbentuklah system pemerintahan Kolonial Belanda. Tahun 1916 Onder Afdelling Kerinci dibagi 3 Onder Distrik yaitu:
1.      Onder Distrik Kerinci Hulu dengan ibu kota berkedudukan di Semurup.
2.      Onder Distrik Kerinci Tengah dengan ibu kota berkedudukan di Sungai Penuh.
3.      Ondre Distrik Kerinci Hilir berkedudukan di Sanggaran Agung.
Pada tahun1922 Kerinci menjadi Afdelling Kerinci Painan dalam Kepresidenan Sumatra Barat, Belanda menyadari bahwa kekuasaan tokoh-tokoh adat di dusun-dusun dibutuhkan. Tokoh adat ini digunakan oleh Belanda untuk memperkuat penjajahan di Kerinci. Belanda membentuk pemerintahan kemendapoan. Kemendapoan langsung di bawah Onder Distrik yang tiga tadi. Dibawah Kemendapoan terdapat pemerintahan dusun-dusun atau Kepala Dusun dan dibawahnya ada Ninik Mamak. Pemerintahan Kemendapoan tetap berjalan sampai dikeluarkannya UU Nomor 5 Tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa, dengan keluarnya UU ini berakhirlah pemerintahan Kemendapoan di Kerinci.

G. Organisasi Yang Ada di Kabupaten Kerinci
Di Kerinci sejak penjajahan Belanda dan Jepang, ada dua organisasi besar yang banyak pengikutnya, yaitu:
1.      Organisasi Muhammadiyah / Aisyiah dan organisasi kepanduannya Hizbulwatan.
2.      Organisasi Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI).
3.      Organisasi Muhammadiyah Aisyiah masuk ke Kerinci tahun1938 dibawa oleh Buya Zainal Abidin Syuib yang berasal dari daerah Sumatera Barat. Sebagian besar penduduk Kerinci adalah menjadi anggota Muhammadiyah / Asyiah dan yang lainnya adalah menjadi anggota Organisasi Tarbiyatul Islamiyah (PERTI). Kedua organisasi ini sejak penjajahan Belanda, terlebih-lebih pada zaman Kemerdekaan RI menjadi pelopor kemajuan Umat Islam di Kerinci. Setelah berjalannya Pemerintahan RI (sesudah pemulihan kedaulatan) banyak sekali para ulama dan pemimpin-pemimpin rakyat menjadi anggota pemerintahan dan anggota DPRD Kabupaten Kerinci.

H. Kedatangan Jepang
Pada awal bulan Maret 1942 Jepang menyerbu ke Indonesia. Setelah Jepang memasuki daerah Sumatra Barat, maka pemuda A. Thalib pulang ke daerah kelahirannya yaitu Kerinci sewaktu Jepang membentuk “Pemuda Nippon Raya” yang berada dibawah pimpinan Khatib Sulaiman untuk daerah Sumatra barat, maka A.Thalib juga berusaha untuk membentuk ”Pemuda Nippon raya” untuk daerah Kerinci.

I. Sikap Rakyat Terhadap Jepang
Setelah Jepang menduduki Kerinci, Pemerintahan Militer Angkatan Darat dilaksanakan di Kerinci. Pemerintahan di Kerinci dikepalai oleh seorang Kepala Pemerintan yang disebut Busutzo. Pusat Pemerintahan pada masa itu dirumah bekas Konteler Belanda, sedangkan pasukan Jepang bermarkas dilokasi Kodim 0417 Kerinci sekarang. Keadaan sosial ekonomi rakyat Kerinci mulai dikuasai, termasuk pembatasan hak terhadap menjalankan syariat Islam serta penindasan terhadap ekonomi rakyat. Rasa takut yang sangat terhadap Kempetai Jepang, terkenal dengan sebutan MP Jepang melumpuhkan semangat dan mentalitas rakyat Kerinci.

Dibawah pemerintahan Miliater Jepang keadaan pendidikan di Kerinci hanya bertujuan untuk mendidik pemuda kader Jepang.dibawah pemerintahan Militer yang keras rakyat Kerinci dibawa Jepang kepada satu tujuan, yaitu untuk memenangkan perangnya melawan pasukan sekutu. Dibawah penindasan Pemerintahan Militer Jepang, rakyat Kerinci sangat menderita dan perekonomiannya hancur luluh. Padi rakyat diambil Jepang ditengah sawah atau dipaksa dikeluarkan dari lumbung untuk makanan serdadu Jepang. Dengan adanya perampasan itu maka rakyat Kerinci kekurangan beras.

Penjelasan dan berita bahwa Indonesia akan merdeka didapat dari pasukan Jepang yang pulang ke Kerinci. Mendengar hal itu pada pertengahan tahun 1945 golongan ulama, adat, cerdik pandai di Kerinci mulai giat melaksanakan persiapan mencari siasat untuk merebut kekuasaan dari tangan Jepang.

J. Kerinci Masa Proklamasi Dan Penyerahan Kedaulatan
Proklamasi kemerdekaan RI di ketahui di kerinci tanggal 23 Agustus 1945, setelah utusan dari Padang menemui H. Muchtaruddin menyerahkan salinan teks Proklamasi. Tanggal 24 Agustus 1945 (jum'at pagi) rapat diadakan di kediaman A. Thalib Tyui (di rumah Nek Siin). Pada hari jum'at tanggal 24 Agustus 1945 bendera merah putih untuk pertama kalinya di kibarkan di puncak Masjid Raya Sungai Penuh oleh A. Thalib mantan Tyui (Letnan satu) Gyu-Gun. Sabtu tanggal 25 Agustus 1945 di adakan pengibaran bendera merah putih secara resmi dilapangan Sungai Bungkal (sekarang kantor DPRD Kerinci) dan di belakang asrama ex Jepang (sekarang kantor kodim 0417 Kerinci) Komite Nasional Indonesia (KNI) wilayah kerinci dibentuk pada pertengahan bulan September 1945 dengan ketuanya H. Adnan Thalib, berdasarkan keputusan Panitia Persiapan Kemerdekaan tanggal 22 Agustus 1945. Pada akhir bulan Desember 1945 A. Adnan Thalib diangkat oleh Presiden Sumatra Barat menjadi Demang (Wedana), maka ketua KNI di jabat oleh wakil ketua H. muchtaruddin.
Setelah keluarnya maklumat Wakil Presiden RI No. X tanggal 16-10-1945, realisasi maklumat Pemerintah tanggal 3-11-1945, berdirilah partai politik di Kerinci. Pada penghujung tahun1945, terbentuklah Laskar Rakyat di daerah Kerinci. Sementara itu dengan makin gawatnya situasi akibat tindakan Belanda yang bertentangan dengan persetujuan Lingkarjati, maka pemerintah Indonesia mengambil kebijakan antara lain mempersatukan semua pejuang bersenjata dibawah ini satu komando. Dengan penetapan Presiden RI tanggal 3 Juni 1947 seluruh pejuang bersenjata harus berada dalam satu wadah dan TRI di rubah menjadi TNI ( Tentara Nasional Indonesia), semua kelaskaran di bubarkan bergabung dengan TNI.

Pada tanggal 21 Agustus 1945 bala tentara Jepang Batalion Akiama Syose yang pada mulanya berkedudukan di Bukit Putus Tapan secara mendadak pindah ke Kerinci ( Sungai Penuh) dan sebagian pasukan ini di tetapkan di daerah Kayu Aro.

Pada tanggal 23 Agustus 1945 A. Thalib menemui Akiyama Syose, Komandan Pasukan Jepang itu, untuk berunding mengenai penyerahan persenjataan Jepang pada pemerintan RI. Tetapi amat di sayang kan perundingan itu tidak berhasil dan permintaan A. Thalib di tolak oleh Nakano Tyui.

September 1945 terjadi duel senjata antara pejuang dengan tentara Jepang, pertempuran ini terjadi selama dua jam 30 menit dari pukul 14.30 sampai 16.00 WSU yang mengakiabatkan 2 orang gugur dan 2 orang luka parah. Lusanya pada bulan September 1945 tersebut, dilakukanlah penyerbuan ke markas Jepang di Komandoi oleh A. Thalib tepat pada jam 22.00 malam. Mayat-mayat tentara Jepang yang tewas ± 20 orang , kemudian mayat-mayat tersebut di kremasi (di bakar) di daerah Sako Duo (Kyu Aro) di daerah Muara Labu. Pada kwartal pertama tahun 1946 keluar surat keputusan presiden Sumatra Barat tentang pengangkatan H. Adnan Thalib menjadi Demang Kerinci oleh karena itu untuk mengisi jabatan ketua komite Nasional Indonesia (KNI) di daerah kerinci yang lowong telah di pilih H. A. Rahman Dayah sebagai ketua KNI di daerah Kerinci.

Pada tanggal 1 Juni 1946 Komandan Batalion III Kerinci Mayor A. Thalib di promosikan menjadi Komandan Resimen II divisi IX di Sawah Lunto dengan pangkat Letnan Kolonel. Pada tanggal 28 Agustus 1946 Resimen II dijabat oleh Letnan Kolonel A. Thalib menggantikan Letnan Kolonel Dahlan Ibrahim.

Diakhir tahun 1946, Kpolisian Kerinci berubah menjadi Polisi Kabupaten Kerinci – Painan dengan pimpinannya Komisaris Klas II M. Nazir sedangkan para perwiranya antara lain adalah Inspektur II Memed dan Inspektur II Mawin . 18 desember 1947 sesuai dengan petunjuk dari Residen Sumatra Barat, maka di Kewedanan Kerinci dibentuklah Markas Pertahanan Rakyat Kewedanan Kerinci atau di singkat (MPRK), dengan komandannya langsung Kapten Marjisan Yunus, setelah tahun 1948 baru diserah terimakan dengan Letda Muradi.

Saat menjelang penyerahan kedaulatan oleh Belanda di Kerinci, para bekas Angkatan Perang dan Gerilya yang tersebar seluruh pelosok Kerinci, membentuk satu organisasi yang bernama Persatuan Ex Angkatan Perang RI (PAPRI). Peristiwa penyerahan Belanda di Sungai Penuh ialah dalam rangka melaksanakan perintah Panglima Divisi IX Brigade Banteng TNI Sumatra Tengah, yang menginstruksikan kepada Letkol A. Thalib berangkat keibukota Kabupaten PSK. Untuk menerima penyerahan wilayah Kerinci dari tangan Belanda ketangan Kerinci.

Perjuangan rakyat Kerinci mempertahankan kemerdekaan RI, telah menjelmakan Bumi Sakti Alam Kerinci menjadi sebuah kabupaten. Perjuangan yang dilakukan oleh rakyat Kerinci selama revolusi fisik, memiliki berbagai corak perjuangan yang heroik. Konfrensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag telah melenyapkan impian Belanda untuk menjajah kembali Indonesia, dan Bumi Alam Kerinci kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi sebagai daerah merdeka dibawah RI. Demikianlah sejarah perjuangan rakyat Kerinci mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Sumber : Data informasi Kab. Kerinci tahun 2008


Situs Resmi Pemerintah Kabupaten Kerinci
© Copyright  Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kab. Kerinci
Jalan Jenderal  Basuki  Rahmat  Nomor 09 Sungai Penuh, Kerinci - Jambi
Telepon (0748) 21708 Fax (0748) 324150
Website:
www.kerincikab.go.id / Email: info@kerincikab.go.id